King Abdi Menyalakan Harapan di Tengah Gelapnya Banjir Aceh Tamiang
Bencana

Master Chef Abdi Turun Langsung Bantu Korban Bencana Aceh Tamiang

Sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati datang dari Amrizal Nuril Abdi, atau yang lebih dikenal sebagai King Abdi. Alumni Master Chef Indonesia ini terjun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Aceh Tamiang untuk mendirikan dapur darurat dan memasak ribuan porsi makanan bagi warga terdampak.

King Abdi Master Chef menyuap seorang pengungsi di Aceh Tamiang

Berita ini dihimpun dari dokumentasi lapangan yang diunggah melalui kanal YouTube dengan judul “Masak 6.000 Porsi di Tengah Kegelapan, King Abdi Bikin Korban Banjir Menangis”.

Berdasarkan laporan video tersebut, King Abdi menghadapi tantangan besar karena lokasi bencana masih mengalami putus aliran listrik total. Dengan hanya mengandalkan lampu dari mesin genset dan kompor gas darurat, ia berhasil memimpin timnya memasak dalam skala besar di tengah kegelapan malam.

Target awal yang semula hanya 4.000 porsi, secara mengejutkan melonjak hingga 6.000 porsi hanya dalam waktu kurang dari tiga jam. Hal ini tercapai berkat kerja keras tim relawan dan bantuan langsung dari para korban banjir yang turut bahu-membahu menyiapkan bahan makanan.

Salah satu poin yang paling disorot adalah kualitas makanan yang disajikan. Di saat logistik bantuan biasanya identik dengan makanan instan, King Abdi menyajikan menu lengkap dengan kandungan protein tinggi, mulai dari daging sapi, ayam, hingga udang dan sayuran segar.

Bagi para warga yang sudah dua minggu tidak merasakan daging akibat akses logistik yang terputus, hidangan ini menjadi berkah luar biasa. “Salah seorang warga menangis saat menyendok daging, bukan karena sedih, tapi karena ini kali pertama ia bisa makan daging setelah bencana,” ungkap narasi dalam video tersebut.

Video tersebut juga memperlihatkan sisi humanis King Abdi yang tidak segan menyuapi lansia dan membungkuskan nasi bagi warga yang tidak bisa menjangkau dapur darurat.

Namun, yang paling menggetarkan hati adalah sikap para korban. Meski dalam kondisi kelaparan, mereka menunjukkan martabat yang tinggi dengan tidak berebut dan menolak porsi tambahan agar warga lain bisa mendapatkan bagian yang sama.

Aksi nyata ini menuai pujian luas di media sosial. King Abdi dianggap tidak hanya memberi bantuan pangan, tetapi juga memberikan kehangatan dan rasa dipedulikan bagi mereka yang tengah kehilangan segalanya.