Sherly Tjoanda Gubernur Maluku Utara bersama Warga
Politik

Refleksi Hari Ibu : Sherly Tjoanda Raih Penghargaan Srikandi Penggerak Politik

Bertepatan dengan momentum Hari Ibu pada 22 Desember, tokoh perempuan inspiratif Sherly Tjoanda resmi dianugerahi penghargaan sebagai Srikandi Penggerak Politik. Penghargaan ini diberikan dalam acara prestisius yang dipandu oleh jurnalis senior Rosiana Silalahi Kompas TV sebagai pengakuan atas dedikasi dan integritas Sherly dalam politik yang berorientasi pada rakyat.

Momen tersebut terasa sangat istimewa karena penghargaan diserahkan langsung oleh Titiek Soeharto. Sebagai figur yang dikenal konsisten di dunia sosial dan politik, kehadiran Titiek Soeharto mempertegas makna integritas bagi seorang srikandi politik.

Penghargaan diserahkan Titiek Soeharto. Sumber Foto : Media Sosial Sherly Tjoanda

Dalam pernyataannya yang diunggah akun media sosialnya, Sherly Tjoanda menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian administratif. Baginya, setiap pengakuan membawa tanggung jawab besar terhadap dampak kebijakan yang dihasilkan di tengah masyarakat.

“Penghargaan ini bukan soal gelar. Ini adalah pengingat bahwa setiap kebijakan memiliki dampak nyata—mulai dari urusan dapur, sekolah, kesehatan, hingga masa depan anak-anak kita,” ujar Sherly.

Ia meyakini bahwa terjun ke dunia politik berarti harus siap mendengar kegelisahan masyarakat bawah secara langsung. Menurutnya, esensi politik adalah keberanian dalam mengambil keputusan yang berpihak pada rakyat kecil.

Sherly merangkum filosofi politiknya ke dalam tiga langkah strategis yang membumi yakni mendengar untuk menyerap masalah rakyat secara langsung tanpa sekat, mengambil keputusan yang tegas dan berani serta mencari solusi konkret yang benar-benar bisa diimplementasikan di lapangan.

“Buat saya, politik itu sederhana: dengar masalah rakyat, ambil keputusan, dan cari solusi konkret yang beneran bisa jalan,” tambahnya.

Sherly bersama Titiek Soeharto dan pemenang lainnya. Sumber Media Sosial Sherly Tjoanda

Perjalanan politik Sherly Tjoanda merupakan potret ketangguhan seorang perempuan. Sebagaimana diketahui, Sherly melewati masa sulit saat suaminya, mendiang Benny Laos (Calon Gubernur Maluku Utara), meninggal dunia dalam tragedi kebakaran speedboat Bella 72 di Kota Bobong pada Oktober 2024 lalu.

Meski sempat mengalami luka parah dalam insiden tersebut, semangat Sherly tidak padam. Atas dorongan dari pemimpin Partai NasDem, Surya Paloh, Sherly bersedia melanjutkan perjuangan sang suami. Melalui dedikasi yang kuat, ia akhirnya terpilih menjadi Gubernur Maluku Utara pada Pilkada 2024, membuktikan bahwa keterbatasan fisik dan kedukaan bukanlah penghalang untuk mengabdi.

Kehadiran Sherly di antara deretan “Srikandi Hebat Indonesia” mempertegas posisi perempuan dalam menentukan arah kebijakan nasional. Ia mengingatkan rekan-rekan politisi bahwa kekuasaan tidak boleh menjadi tujuan akhir.

“Kekuasaan bukan tujuan, melainkan alat untuk menghadirkan keadilan dan dampak nyata,” tegas Sherly menutup pernyataannya.

Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berani mengambil peran di ruang publik. Sosok Sherly Tjoanda menjadi bukti nyata bahwa di tangan yang tepat, politik dapat menjadi mesin perubahan yang luar biasa bagi kesejahteraan bangsa.