Sumatera Barat — Di tengah kepungan duka bencana banjir bandang dan tanah longsor, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka datang mendengarkan keluhan Korban di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat hari ini (4/12/2025).
Gibran didampingi Anggota DPR RI Andre Rosiade, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, dan Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf. Kedatangan Wapres Gibran dengan sepeda motor trail. Ia menggunakan motor membelah sisa-sisa lumpur dan puing, menuju tenda-tenda yang menampung para korban bencana.
Dari video yang dikirimkan, Wapres Gibran berkeliling mengunjungi tenda-tenda pengungsian, tempat trauma dan asa bercampur. Ia menyapa ibu-ibu yang matanya menyimpan kisah kehilangan, dan mencondongkan telinga. Ia mendengarkan bisikan keluhan, beban berat yang kini dipikul para perempuan dalam menghadapi bencana banjir dan longsor.
Di salah satu sudut pengungsian, seorang laki-laki paruh baya dengan raut lelah namun sorot mata tegas, mengungkapkan rasa terima kasih.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan menjadikan situasi dingin dan biasa dalam bahasa kami sebagai penyejuk hati kami. Begitu berat hati kami, begitu berat beban yang kami hadapi, baik korban jiwa maupun korban harta,” ujarnya, suaranya tercekat. “Dengan kedatangan Bapak Wakil Presiden, kami sangat bahagia. Walau keadaan kami dalam begini, Pak Wapres.”
Laki-laki itu, mewakili suara korban bencana, kemudian menuturkan pengakuan yang memuat kontras antara sejarah panjang republik dan sejarah kecil di kampungnya. Ia merasa momen ini adalah penanda penting.
“Sejak Indonesia berdiri, baru kali ini ada Wakil Presiden berkunjung di kampung kami,” ungkapnya.
Kalimat itu melayang, menegaskan betapa berarti kunjungan Gibran di Agam yang dilanda musibah, seolah memastikan bahwa suara mereka didengar dan akan diperhatikan.
Di akhir ucapannya, lelaki itu menitipkan harapan tulus kepada tampuk kepemimpinan tertinggi. “Kami mohon kepada pemerintahan Prabowo-Gibran, kami ucapkan terima kasih banyak dan seluruh tim yang hadir, agar bisa membantu korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat.” .
