Pidato Prabowo pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta Selatan
Pangan - Politik

Prabowo Ungkap Program MBG Sebagai Wujud Pasal 33 UUD 1945

Jakarta, 5 Desember 2025 – Presiden RI, Prabowo Subianto menjadikan program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bukti nyata komitmen pemerintahannya untuk melaksanakan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 secara murni dan konsekuen. Hal ini disampaikannya dalam pidato pada puncak perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Jumat malam.

Dalam pidatonya, Prabowo secara tegas menyatakan bahwa ia tidak ingin UUD 1945 hanya menjadi sekadar mantra. Ia mengaku mendapat dorongan kuat dari ulama dan kyai untuk setia melaksanakan konstitusi.

Prabowo menyoroti kesederhanaan dan kejelasan pesan dalam UUD 1945, khususnya Pasal 33 yang menekankan pentingnya kemakmuran rakyat.

“UUD 1945 sangat sederhana dan semua jelas ada di situ. Tinggal mau atau tidak laksanakan itu. Kalau kita laksanakan Pasal 33, pasti kita berhasil dan saya sudah buktikan,” ujar Prabowo.

Menurutnya, keberhasilan tersebut sudah terlihat nyata hanya dalam satu tahun masa kepemimpinannya.

Prabowo kemudian menyajikan data mengenai program MBG yang awalnya sempat diragukan dan dikritik. Ia menyebut, para professor dan orang pintar sempat memprediksi program tersebut akan gagal.

Namun, data terbaru yang dipaparkan Prabowo menunjukkan hasil yang sebaliknya. “Program MBG kini telah menjangkau 49 juta penerima manfaat setiap hari sekarang. Angka ini 7 kali lipat dari populasi Singapura yang diberi makan setiap hari”. Ungkap Prabowo

“Prabowo juga membandingkan kecepatan program MBG dengan program serupa di negara lain.  Brasil berhasil mencapai 40 juta penerima manfaat dalam 11 tahun, kita mencapai 12 bulan,” tegasnya. Presiden melihat pencapaian ini sebagai prestasi terbesar di Dunia selama beberapa tahun ini.

Politik untuk Rakyat Lapar

Prabowo menekankan bahwa motivasi utama di balik program MBG bukanlah keuntungan politik, melainkan kepentingan rakyat yang paling susah. Ia menyampaikan rasa haru melihat sambutan anak-anak di pelosok yang gembira menerima makanan bergizi.

“Bagi yang tidak pernah melihat anak lapar, tidak merasakan. Orang-orang yang berpikir keuntungan politik, padahal politik sebenarnya untuk memperbaiki rakyat yang susah,” katanya, sekaligus menggarisbawahi komitmennya untuk memastikan rakyat mendapat manfaat langsung dari kebijakan negara.

Terkahir Prabowo menegaskan bahwa sebagai mandataris rakyat yang disumpah, segala keputusan pemerintah, bahkan jika harus bertindak tegas terhadap kawan-kawan sendiri, akan selalu didasarkan pada satu pertanyaan mendasar, “Masalahnya adalah menguntungkan rakyat atau tidak?”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *