Makanan Bergizi Gratis
Bencana - Pangan

176 Dapur MBG Melayani Korban Bencana Sumatera

JAKARTA,– Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat mengalihkan fokus operasionalnya dari layanan sekolah menjadi bantuan tanggap bencana. Sejumlah 176 Dapur SPPG kini bekerja maksimal mendistribusikan ribuan porsi makanan bergizi setiap hari kepada masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera.

Dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Badan Gizi Nasional, @badangizinasional.ri, fokus utama BGN saat ini adalah memastikan pemenuhan gizi tetap berjalan bagi para penyintas bencana yang menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas.

Sebelumnya, Dapur SPPG dikenal aktif dalam program penyediaan makanan bergizi gratis di lingkungan sekolah-sekolah. Namun, melihat urgensi situasi di daerah bencana, program tersebut kini sementara dialihkan untuk mendukung upaya kemanusiaan.

Total sebanyak 176 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi telah diaktifkan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebaran dan capaian distribusinya adalah Provinsi Aceh dengan jumlah Dapur SPPG terbanyak, yaitu 122 SPPG. Wilayah Aceh telah mendistribusikan lebih dari 568.587 porsi makanan bergizi. Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat di wilayah yang terdampak parah oleh banjir dan gangguan akses.

Provinsi Sumatera Utara sebanyak 50 SPPG menyalurkan bantuan hingga 367.111 porsi. Distribusi menjangkau warga terdampak di Kab. Langkat, Kota Medan, Kota Sibolga, dan Kab. Tapanuli Tengah.

Terakhir Provinsi Sumatera Barat, meskipun hanya mengaktifkan 4 SPPG, wilayah ini telah menyalurkan 4.316 porsi makanan bagi warga di Kabupaten Agam dan Kota Solok.

Dalam fase Tanggap Darurat Bencana, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar korban.

Selain operasi penyelamatan dan evakuasi korban yang masih terjebak, terdapat sejumlah kebutuhan primer yang harus segera dipenuhi untuk menopang kehidupan korban yakni pertama, ketersediaan makanan merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus terpenuhi segera untuk mencegah kelaparan dan mempertahankan energi korban. Hal ini berjalan beriringan dengan penyediaan air bersih untuk mencegah dehidrasi dan penyakit.

Kedua, Pertolongan pertama dan layanan medis segera sangat krusial bagi korban bencana yang mengalami cedera atau membutuhkan penanganan kesehatan darurat.

Ketiga, Penyediaan penampungan sementara (shelter) yang layak dibutuhkan untuk memberikan perlindungan dari cuaca dan keamanan. Selain itu, ketersediaan pakaian atau selimut juga penting untuk menjaga suhu tubuh korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *