Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan sebuah inisiatif berbasis teknologi dengan membuka kanal Geoportal Informasi Kebencanaan (GIK). Geoportal ini bertujuan untuk memetakan secara akurat dan partisipatif kebutuhan bantuan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera.
Bencana

Peta Partisipatif UGM Permudah Pemetaan Kebutuhan Korban Bencana di Sumatera

JAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan sebuah inisiatif berbasis teknologi dengan membuka kanal Geoportal Informasi Kebencanaan (GIK). Geoportal ini bertujuan untuk memetakan secara akurat dan partisipatif kebutuhan bantuan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera.

Peta partisipatif yang dapat diakses melalui tautan https://geoportal.science/gik/ ini menjadi alat untuk memastikan penyaluran bantuan logistik berjalan merata dan tepat sasaran, mengingat urgensi dan variasi jenis kebutuhan di setiap posko pengungsian.

Informasi mengenai Geoportal ini telah tersebar luas di media sosial, melalui akun Twitter @nabiylarisfa Nabiyla Risfa Izzati dan akun Instagram stuffmap.id, yang turut berperan dalam mendorong partisipasi publik dan relawan.

Geoportal Informasi Kebencanaan ini dirancang dengan tiga fungsi utama, yaitu pertama, pemetaan titik Lokasi untuk mengidentifikasi dan memetakan secara jelas titik-titik lokasi warga terdampak yang sangat membutuhkan bantuan.

Kedua, pendataan kebutuhan logistik untuk mencatat kebutuhan logistik yang spesifik dan mendesak di setiap posko atau titik lokasi. Informasi ini penting agar donatur atau pemberi bantuan dapat memprioritaskan jenis bantuan sesuai kebutuhan aktual di lapangan.

Ketiga, penyediaan kontak darurat untuk menyediakan kontak darurat di setiap lokasi terdampak untuk mempermudah koordinasi langsung dengan relawan atau penanggung jawab posko.

Pemetaan partisipatif ini mendorong para relawan di lapangan atau warga yang berada di sekitar lokasi bencana untuk segera mengisi data kebutuhan. Dengan adanya data yang terinput, donatur dan pemberi bantuan dapat lebih mudah memprioritaskan area yang paling mendesak dan spesifik.

Inisiatif ini menegaskan peran teknologi informasi dalam manajemen penanggulangan bencana, memungkinkan respon yang lebih cepat, efisien, dan berdasarkan data yang berasal langsung dari masyarakat dan relawan yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *