Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari
Bencana - Lingkungan

Bencana Lingkungan Sumatera : 1.006 Korban Meninggal, 212 Masih Hilang, dan Ratusan Ribu Pengungsi

Bencana lingkungan Pulau Sumatera memasuki babak baru setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa jumlah korban meninggal dunia telah menembus angka 1.006 jiwa, meningkat 85 orang dari data sebelumnya. Meskipun kabar baik datang dari penurunan signifikan jumlah korban hilang, fokus penanganan kini diarahkan ke 123 gampong di tiga kabupaten Aceh yang mengalami dampak terparah, di tengah upaya menanggulangi 654.642 pengungsi yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bencana lingkungan Pulau Sumatera kini menunjukkan peningkatan korban jiwa. Kepala BNPB, Abdul Muhari, menggelar konferensi pers hari ini. Beliau mengumumkan total korban meninggal dunia mencapai 1.006 jiwa.

Angka ini meningkat 85 orang dari laporan sebelumnya yang tercatat 921 orang. Kenaikan signifikan ini menjadi perhatian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Korban meninggal tersebar di tiga provinsi yakni Aceh 424 orang, Sumatera Utara 349 orang, dan Sumatera Barat 243 orang.

Kabar baiknya, jumlah korban hilang mengalami penurunan signifikan, dari 293 orang menjadi 212 orang, atau berkurang 81 orang. Korban hilang meliputi 21 orang di Aceh, 90 orang di Sumatera Utara, dan 90 orang di Sumatera Barat.

Jumlah korban mengungsi juga berkurang drastis sebanyak 402.840 orang. Angka pengungsi saat ini tercatat 654.642 orang. Angka ini turun dari jumlah sebelumnya yakni 1.057.482 orang. Persebaran terbesar berada di Aceh dengan 582.222 orang. Sumatera Utara menampung 30.306 orang pengungsi. Sisanya 12.142 orang tersebar di wilayah Sumatera Barat.

Fokus Penanganan Daerah Terdampak Parah

Daerah terdampak parah tersebar di tiga provinsi berbeda. Wilayah ini membutuhkan penanganan khusus secara segera. Di Provinsi Aceh, total ada tiga kabupaten yang dilaporkan terdampak. Pertama adalah Kabupaten Bener Meriah dengan 21 gampong terdampak. Gampong ini tersebar di empat wilayah kecamatan. Rinciannya meliputi Pintu Rime Gayo 4 gampong dan Timang Gajah 3 gampong. Ada juga Syiah Utama 7 gampong dan Mesidah 7 gampong.

Kedua adalah Kabupaten Aceh Tengah. Total 75 gampong terdampak di wilayah ini. Dampak tersebar dari tujuh kecamatan. Kecamatan Linge mencatat 26 gampong terdampak. Rusip Antara memiliki 16 gampong, dan Celala 17 gampong. Kecamatan lain terdampak meliputi Bintang, Ketol, dan Kute Panang. Ada juga Kecamatan Silih Nara.

Ketiga, Kabupaten Gayo Lues melaporkan 27 gampong terdampak yang meliputi Kecamatan Pantan Cuaca, Pining, dan Putri Betung.

Sementara itu, penanganan khusus ada di Sumatera Utara. Fokusnya adalah daerah yang terisolir di dua kabupaten. Tapanuli Tengah mencakup 6 kecamatan dan 14 desa. Tapanuli Utara meliputi 3 kecamatan dan 7 desa. Selain itu, terdapat kabupaten terdampak lainnya, yaitu Humbang Hasundatan, Langkat, Kota Sibolga, dan Tapanuli Selatan.

Terakhir adalah Provinsi Sumatera Barat. Dampak bencana tersebar di delapan kabupaten/kota. Kota Pariaman menjadi daerah terdampak terbesar. Kota Pariaman mencatat 4 kecamatan dan 69 nagari. Padang Pariaman juga terdampak besar dengan 11 kecamatan dan 32 nagari. Kabupaten Pasaman Barat juga tercatat terdampak. Wilayah ini meliputi 10 kecamatan dan 18 nagari. Daerah lain terdampak adalah Kabupaten Agam dan Kota Padang. Ada juga Lima Puluh Kota, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *