Penyaluran program Makanan Bergizi Gratis di Pringgabaya resmi dihentikan sementara. Kebijakan ini berlaku khusus bagi penerima manfaat di lingkungan sekolah. Penghentian dilakukan selama masa libur semester ganjil berlangsung. Program akan berjalan kembali setelah jadwal masuk sekolah tiba. Kebijakan ini berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi yang ditujukan kepada seluruh Kepala Sekolah se-Kecamatan Pringgabaya. Langkah ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Koordinator Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), Kepolisian Sektor (Polsek), dan Komando Rayon Militer (Koramil) setempat.
Koordinator Kepala SPPG Kecamatan Pringgabaya, Ahmad Pinda Sugiarto, menjelaskan bahwa penghentian sementara ini hanya menyasar distribusi yang berbasis di sekolah. Mengingat siswa sedang dalam masa libur panjang, distribusi di titik-titik sekolah dinilai tidak efektif selama periode tersebut.
“Kami telah menyepakati bersama unsur TNI dan Polri bahwa untuk kategori sekolah, distribusi rehat sejenak selaras dengan kalender akademik libur semester,” ungkap surat tersebut.
Meski distribusi untuk anak sekolah berhenti sementara, kabar baik bagi kelompok rentan lainnya. Penyaluran untuk kategori 3B (Balita, Ibu Menyusui, dan Ibu Hamil) dipastikan tetap berjalan normal.
Pihak SPPG telah menyusun skema khusus agar penyaluran nutrisi bagi ibu dan bayi ini tidak terganggu oleh hari libur nasional maupun perayaan keagamaan.
Skema Penyaluran telah disesuaikan agar tetap menjangkau penerima manfaat tepat waktu. Tujuannya untuk memastikan penguatan gizi bagi balita dan ibu tetap terjaga tanpa jeda.
Surat kesepakatan tersebut ditandatangani oleh tiga unsur pimpinan di Kecamatan Pringgabaya yakni Ahmad Pinda Sugiarto, Koordinator Ka SPPG Kecamatan Pringgabaya. Kapten Inf Agil, Danramil Pringgabaya dan AKP Gede Gisiyasa, Kapolsek Pringgabaya.
Sinergi ini menunjukkan komitmen aparat keamanan dan pelaksana program dalam mengawal distribusi pangan bergizi di Lombok Timur agar tepat sasaran dan efisien secara operasional.
Kegiatan distribusi untuk sekolah direncanakan akan kembali normal setelah masa libur berakhir pada awal Januari 2026.
