Kasus kekerasan seksual terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Aparat Kepolisian Resor (Polres) Buton menangkap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial JH, warga Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, atas dugaan pencabulan terhadap dua anak di bawah umur yang merupakan kakak beradik
Ironisnya, JH diketahui merupakan seorang residivis dalam kasus serupa. Statusnya sebagai abdi negara dan catatan kriminal masa lalunya kini menjadi sorotan masyarakat.
Terungkap Saat Edukasi Seksual di Sekolah
Aksi bejat tersangka terbongkar melalui cara yang tak terduga. Kedua korban, AAI (7) dan API (6), melaporkan kejadian yang mereka alami kepada guru di sekolahnya saat sesi pembelajaran edukasi seksual (sex education).
Setelah mendengar pengakuan polos dari kedua muridnya, pihak sekolah dan warga segera merespons. Pihak kepolisian menerima laporan resmi tersebut pada Senin (9/2/2026) dan segera menindaklanjutinya dengan penyelidikan cepat.
Kapolres Buton AKBP Ali Rais, melalui Kasat Reskrim AKP Sunarton Hafala, membenarkan status tersangka sebagai ASN dan residivis.
“Penyidik PPA Polres Buton telah mengantongi bukti-bukti kuat untuk menaikkan status kasus ke tahap penyidikan. JH telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” ujar AKP Sunarton yang diliput ruassultra.com
Berdasarkan penelusuran, aksi pencabulan tersebut diduga dilakukan pada Januari lalu di Kelurahan Kombeli. Lokasi kejadian merupakan lingkungan tempat tinggal korban bersama nenek mereka.
Kondisi sosiologis korban menambah kepiluan. Saat kejadian, kedua orang tua korban sedang merantau ke Kalimantan untuk mencari nafkah. JH, yang merupakan tetangga dekat nenek korban, diduga memanfaatkan situasi minimnya pengawasan orang tua kandung untuk melancarkan aksinya.
Kembalinya JH melakukan tindak kriminal seksual memicu tanda tanya besar terkait pengawasan instansi terhadap ASN yang memiliki rekam jejak kriminal. Sebagai residivis kasus serupa, status JH seharusnya menjadi peringatan dini bagi lingkungan kerja dan sosialnya.
