Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua melepas ekspor perdana 50 ton arang tempurung kelapa produksi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Awunio, Kabupaten Konawe Selatan, ke Tiongkok, Sabtu (21/2/2026). Langkah ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi komoditas perkebunan hingga menembus pasar internasional.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Ekspor Sulawesi Tenggara, Hugua menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Awunio merupakan implementasi konkret dari program Asta Cita Presiden RI. Program ini menitikberatkan pada kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal agar produk perdesaan mampu bersaing di pasar global.
“Ekspor perdana ini adalah bukti nyata bahwa produk desa kita bisa naik kelas. Kita ingin hilirisasi ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi memberikan nilai tambah langsung bagi kesejahteraan masyarakat di daerah,” ujar Hugua saat prosesi pelepasan di Konawe Selatan.
Hugua menekankan bahwa sinergi lintas sektor antara pemerintah provinsi, kabupaten, Bea Cukai, hingga Kementerian Koperasi menjadi kunci keberhasilan ini. Kehadiran 345 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Konawe Selatan sejak tahun 2025 kini mulai membuahkan hasil nyata dalam memperkuat struktur ekonomi kerakyatan.
Sekretaris Daerah Konawe Selatan H. Ichsan Porosi menambahkan, keterlibatan koperasi dalam rantai pasok global menunjukkan profesionalisme pengelolaan sumber daya desa. Arang tempurung kelapa yang selama ini memiliki nilai ekonomi rendah, kini menjadi komoditas unggulan yang diminati pasar Tiongkok.
Ekspor ini diharapkan memicu efek pengganda (multiplier effect) bagi para petani kelapa di Kecamatan Kolono dan sekitarnya. Dengan adanya akses pasar langsung melalui koperasi, rantai tata niaga menjadi lebih efisien dan memberikan keuntungan lebih besar bagi pelaku usaha di tingkat tapak.
Prosesi pelepasan yang ditandai dengan pemecahan kendi secara simbolis ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi Sulawesi Tenggara. Pemerintah berharap keberhasilan KDMP Awunio menjadi standar baru bagi koperasi-koperasi lain di wilayah tersebut untuk mulai melirik potensi ekspor komoditas unggulan mereka.
