Sejumlah warga mengevakuasi jenazah nelayan Sofyan Awat (54) setelah tersambar petir saat memancing di perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao, Kabupaten Pulau Morotai, Kamis (18/6/2026).
Bencana

Cuaca Berubah Drastis, Nelayan Desa Mira Tewas Tersambar Petir di Perairan Morotai

Langit yang semula tenang di perairan Morotai berubah muram menjelang petang, Kamis (18/6/2026). Awan gelap perlahan menggantung di atas perbatasan perairan Desa Bido dan Desa Yao. Hujan gerimis mulai turun, diiringi kilatan cahaya yang sesekali membelah langit.

Di tengah perubahan cuaca yang datang begitu cepat itu, Sofyan Awat (54), seorang nelayan asal Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, masih berada di laut bersama lima rekannya. Mereka berangkat mencari ikan menggunakan dua unit perahu bodi fiber, tanpa menyangka petang itu akan menjadi perjalanan terakhir bagi Sofyan.

Kasi Humas Polres Pulau Morotai, Ipda Yusuf Kasim, membenarkan peristiwa yang merenggut nyawa nelayan tersebut. Berdasarkan laporan dari Polsek Morotai Utara, Sofyan meninggal dunia akibat tersambar petir saat sedang melaut.

“Benar, telah terjadi peristiwa seorang nelayan atas nama Sofyan Awat (54), warga Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, meninggal dunia akibat tersambar petir ketika melaut,” kata Yusuf saat dikonfirmasi, Jumat (19/6).

Sebelumnya, kondisi cuaca di lokasi memancing dilaporkan masih cerah. Namun, sekitar pukul 17.30 WIT, langit mendadak berubah. Awan tebal menutupi cakrawala, disusul hujan ringan dan suara gemuruh yang semakin mendekat.

Sekitar pukul 18.00 WIT, petir menyambar mesin perahu yang dikemudikan Sofyan. Sambaran itu begitu kuat hingga membuat pria berusia 54 tahun tersebut terlempar ke laut. Rekan-rekannya segera berusaha memberikan pertolongan. Namun, ketika tubuh Sofyan berhasil dievakuasi, nyawanya sudah tidak dapat diselamatkan.

Selain merenggut korban jiwa, sambaran petir juga menyebabkan mesin perahu mengalami korsleting hingga mati total. Perahu milik Sofyan kemudian ditarik oleh perahu rekannya menuju daratan terdekat di kawasan Tanjung Bobor, Desa Bido.

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi para nelayan di tengah cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda perairan Morotai.

Ipda Yusuf Kasim mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca saat berada di laut.

“Jika cuaca mulai memburuk dan disertai petir, sebaiknya segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat yang lebih aman. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.