Irham Kalenggo Paparkan Tingkat Kemiskinan Konawe Selatan di Hadapan Budiman Sujatmiko
Ekonomi - Kemiskinan

Irham Kalenggo Paparkan Tingkat Kemiskinan Konawe Selatan di Hadapan Budiman Sujatmiko

JAKARTA – Bupati Irham Kalenggo melakukan pertemuan dengan Budiman Sujatmiko untuk memaparkan kondisi sosial ekonomi, khususnya terkait tingkat kemiskinan di Kabupaten Konawe Selatan yang masih berada pada angka 11,8 persen.

Dalam pemaparannya yang diunggah via facebook @Irham Kalenggo kemarin (21/06), Ia menjelaskan bahwa Konawe Selatan memiliki potensi besar di sektor perkebunan sawit dengan dua pabrik Crude Palm Oil (CPO), serta sistem kemitraan plasma yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun demikian, angka kemiskinan masih menjadi tantangan serius di daerah tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan, dengan jumlah penduduk sekitar 326.940 jiwa dan tingkat kemiskinan 11,8 persen, maka terdapat sekitar 38.569 jiwa penduduk yang masih berada dalam kategori miskin.

“Kami di Konawe Selatan, masyarakat kami 80 persen adalah petani. Kami juga daerah terbesar kedua setelah Konawe sebagai daerah ketahanan pangan, khususnya padi,” ujar Irham dalam paparannya.

Ia menambahkan, kelompok masyarakat yang paling terdampak kemiskinan berada di sektor petani dan nelayan, terutama di wilayah pesisir yang dinilai masih mengalami tingkat kemiskinan paling tinggi.

“Kami sudah melakukan verifikasi dua kampung nelayan. Kami berharap program-program pengentasan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, bisa mendapat dukungan dari pemerintah pusat,” lanjutnya.

Irham juga menyinggung adanya penurunan dana PKD yang membuat pemerintah daerah mengalami keterbatasan dalam menjalankan sejumlah program prioritas.

Meski demikian, Pemkab Konawe Selatan tetap melanjutkan sejumlah program pembangunan dengan konsep “Setara, Sehat, Cerdas, dan Sejahtera”, yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian. Program yang telah berjalan di antaranya layanan pengobatan gratis bagi masyarakat serta pembangunan infrastruktur jalan pertanian dan perkebunan.

Ia menyoroti bahwa salah satu persoalan utama masyarakat saat ini adalah akses distribusi hasil pertanian yang masih terkendala infrastruktur jalan.

“Yang dirasakan hari ini, masyarakat kesulitan ketika akan memasarkan hasil-hasil bumi yang mereka hasilkan,” ujarnya.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Konawe Selatan.