Badan Gizi Nasional (BGN) menjaga ketahanan pangan saat darurat bencana. Lembaga ini bergerak masif menyalurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Penyaluran bantuan menyasar warga terdampak bencana di Provinsi Aceh.
BGN mendistribusikan 2.298.670 porsi makanan sejak 26 November 2025 sampai 27 Desember 2025. Sebanyak 158 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlibat penuh. Petugas tersebar di seluruh titik krusial bencana Aceh.
Humas BGN, Ari Supit, memberikan keterangan resmi pada Senin (29/12) via rilis. Beliau menegaskan bencana tidak menghalangi program strategis nasional. Kehadiran negara sangat krusial bagi kesehatan para pengungsi. Hal ini mencegah penurunan kondisi fisik di tenda darurat.
“Penyaluran Program MBG berjalan normal seperti hari aktif biasanya,” ujar Ari. Pihaknya memastikan layanan tetap lancar meski kondisi lapangan sulit. Total bantuan makanan di Aceh mencapai 2,2 juta porsi.
Selain itu, BGN juga merespons cepat banjir bandang di Sumatera Barat. Melalui KPPG Pekanbaru, lembaga ini menyalurkan bantuan kemanusiaan. Total bantuan mencapai Rp87,5 juta untuk korban terdampak. Dana tersebut digunakan untuk pemulihan kebutuhan dasar warga.
Banjir bandang sering memutus akses pangan masyarakat secara mendadak. KPPG Pekanbaru hadir untuk meringankan beban para korban musibah. Fokus utama adalah melindungi anak-anak dan kelompok rentan. BGN menjamin mereka tidak mengalami malnutrisi saat bencana.
Badan Gizi Nasional menyatakan akan terus bersiaga penuh. Komitmen hadir tanpa jeda menjadi nafas perjuangan lembaga. BGN konsisten mengawal sumber daya manusia yang tangguh. Lembaga ini siap bekerja dalam kondisi normal maupun krisis.
