KENDARI – Warga Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, digegerkan oleh teriakan dua perempuan di Kantor Kelurahan Poasia pada Jumat malam (12/06/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, teriakan tersebut menarik perhatian warga sekitar hingga ratusan orang mendatangi kantor kelurahan. Kedua perempuan itu diduga memprotes pembayaran yang mereka terima. Mereka mengaku sebelumnya dijanjikan pembayaran sebesar Rp600 ribu untuk dua orang, namun hanya menerima Rp200 ribu.
Situasi kemudian memanas dan memicu kemarahan warga. Massa mengepung Kantor Kelurahan Poasia. Di lokasi tersebut, terdapat Lurah Poasia, Zakir Muhammadong, dan Lurah Talia, Rachmat Aboe Kasim, yang kemudian berupaya meninggalkan lokasi. Keduanya dilaporkan sempat dikejar oleh massa.
Di tempat kejadian, ditemukan sejumlah botol minuman keras. Namun, belum dapat dipastikan siapa yang mengonsumsi minuman tersebut maupun keterkaitannya dengan peristiwa yang terjadi.
Untuk menghindari amukan massa, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Abeli mendatangi lokasi dengan dua kendaraan dan mengevakuasi Zakir Muhammadong, Rachmat Aboe Kasim, serta dua perempuan yang berada di lokasi kejadian. Sebelum dievakuasi, keduanya dilaporkan sempat mengalami pemukulan oleh sejumlah warga.
Seorang warga kemudian berinisiatif menghubungi pihak kepolisian untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Abeli maupun Pemerintah Kota Kendari terkait kronologi lengkap kejadian tersebut. Kepolisian diharapkan melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya serta pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
