Prabowo-Gibran Bagi Peran : Diplomasi Global dan Blusukan ke Daerah untuk Kawal Program Pemerintah
Ekonomi - Geopolitik - Politik

Prabowo-Gibran Bagi Peran : Diplomasi Global dan Blusukan ke Daerah untuk Kawal Program Pemerintah

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan pola kerja yang berbeda sejak memimpin pemerintahan pada 20 Oktober 2024. Prabowo lebih banyak menjalankan diplomasi internasional, sementara Gibran aktif melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Indonesia guna memantau pelaksanaan program pemerintah.

Berdasarkan data Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Presiden Prabowo telah melakukan 54 kunjungan luar negeri ke 29 negara sejak dilantik. Negara yang paling sering dikunjungi adalah Malaysia sebanyak lima kali, disusul Prancis, Britania Raya, dan Uni Emirat Arab masing-masing empat kali, serta Rusia, Brasil, Mesir, Amerika Serikat, Inggris masing-masing tiga kali.

Selain itu, Prabowo tercatat melakukan satu kali kunjungan ke Australia, Belarus, Belgia, Brunei Darussalam, Kanada, Republik Ceko, India, Belanda, Pakistan, Filipina, Peru, Arab Saudi, Swiss, Thailand, dan Turki. Dua kali kunjungan dilakukan ke Tiongkok, Jepang, Yordania, Qatar, Singapura, dan Korea Selatan.

Rangkaian lawatan tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi geopolitik Indonesia, menarik investasi, meningkatkan kerja sama pertahanan, menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan besar dunia, serta memperluas pasar ekspor nasional.

Pendekatan tersebut menunjukkan diplomasi Indonesia yang tetap mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dengan menjaga hubungan baik dengan negara-negara Barat, Timur Tengah, Asia Timur, hingga kawasan Eurasia.

Di dalam negeri, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjalankan agenda yang berbeda. Berdasarkan rekapitulasi data kunjungan yang terbuka untuk publik hingga Juni 2026 dikutip dari digo.id, Gibran telah melakukan 316 kunjungan kerja yang menjangkau 38 provinsi dan 122 kabupaten/kota di Indonesia.

Kunjungan tersebut meliputi peninjauan program prioritas pemerintah, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembangunan infrastruktur, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Tingginya intensitas perjalanan dinas Gibran memunculkan dua pandangan di ruang publik. Sebagian kalangan menilai aktivitas tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional untuk memastikan berbagai program pemerintah berjalan efektif hingga tingkat daerah. Namun, sebagian lainnya mempertanyakan apakah intensitas kunjungan tersebut juga memiliki dimensi politik menjelang Pemilu 2029.

Dalam praktik pemerintahan, kunjungan kerja ke daerah merupakan salah satu instrumen untuk memantau implementasi kebijakan sekaligus menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Pola kerja yang dijalankan Prabowo dan Gibran memperlihatkan pembagian peran yang relatif jelas. Prabowo berfokus pada penguatan posisi Indonesia di tingkat internasional melalui diplomasi dan kerja sama strategis, sedangkan Gibran lebih banyak bergerak di dalam negeri untuk memastikan berbagai program prioritas pemerintah dapat terlaksana di daerah.

Dengan pola tersebut, pemerintahan Prabowo-Gibran berupaya mengombinasikan diplomasi global dan pengawasan langsung di tingkat lokal sebagai bagian dari pelaksanaan agenda pembangunan nasional.