Bupati Azhari Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Kebakaran di Mawasangka
Bencana

Bupati Azhari Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Kebakaran di Mawasangka

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah bergerak cepat menangani dampak bencana kebakaran yang menimpa Lasiri, seorang warga di Desa Polindu, Kecamatan Mawasangka. Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari turun langsung ke lokasi didampingi jajaran Dinas Sosial, Camat, dan Kepala Desa untuk menyerahkan bantuan logistik serta material bangunan pada Minggu (22/2/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan korban yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan kepastian hidup dan hunian yang layak dalam waktu singkat.

Bantuan yang disalurkan merupakan kolaborasi antara Kementerian Sosial RI dan pemerintah daerah. Paket logistik yang diserahkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, lauk-pauk, biskuit, hingga pakaian yang diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan ke depan.

“Total nilai bantuan logistik ini jika diuangkan mencapai kurang lebih 14 juta rupiah. Kami berterima kasih kepada Menteri Sosial dan Wakil Menteri Sosial atas respons cepatnya terhadap warga kami yang terkena musibah,” ujar Azhari saat berada di lokasi.

Secara simbolis, bantuan dari Balai Kemensos Kendari tersebut diserahkan oleh Ibu Siti Hartin kepada orang tua korban.

Selain urusan pangan, fokus utama pemerintah adalah rekonstruksi bangunan. Pemda telah menyiapkan 2.500 buah batako yang nantinya akan dilengkapi dengan bantuan tulangan besi dan atap.

Bupati Azhari memberikan instruksi khusus kepada Kepala Desa Polindu untuk mengawal langsung proses pembangunan. Ia menargetkan rumah tersebut harus sudah bisa ditempati kembali dalam waktu dua minggu.

“Kami targetkan korban sudah bisa kembali ke rumahnya dalam waktu dua minggu ke depan. Untuk pembangunannya, saya minta Kepala Desa mengawasi karena sudah ada anggaran sekitar Rp15 juta untuk pembangunan fisik ke depan,” tegas Azhari.

Dalam kunjungan tersebut, terungkap bahwa anak korban, Lasiri, merupakan siswa di Sekolah Rakyat. Hal ini menjadi momentum bagi Bupati Azhari untuk mengajak warga Buton Tengah agar memanfaatkan program pendidikan tersebut.

Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan pintu masuk bagi program pemberdayaan ekonomi keluarga. Pemerintah pusat dikabarkan akan menganggarkan bantuan bedah rumah dan penyediaan lapangan kerja bagi orang tua siswa yang terdaftar agar tidak lagi terjebak dalam kemiskinan.

“Karena anaknya sekolah di Sekolah Rakyat, informasi (bencana) ini cepat tersalurkan. Saya berpesan kepada Lasiri, kamu harus semangat sekolah dan harus sukses kedepan”. tutupnya.