WAKATOBI – Masyarakat adat Keraton Liya kembali menggelar tradisi Posepa’a usai Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Warga mengadakan ritual tersebut di depan Masjid Keraton Liya Togo, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Masyarakat Liya terus menjaga Posepa’a sebagai warisan budaya leluhur hingga sekarang.
Tradisi Saling Tendang Simbol Persaudaraan
Posepa’a merupakan tradisi saling tendang antar laki-laki yang berlangsung secara berkelompok. Masyarakat memaknai ritual ini sebagai simbol penghapusan dendam dan penguatan persaudaraan.
Tradisi tersebut juga melatih ketangkasan dan keberanian para peserta. Anak-anak hingga laki-laki dewasa ikut terlibat dalam ritual adat tersebut.
Sekilas, Posepa’a terlihat seperti perkelahian karena peserta saling menendang di arena terbuka.
Namun, masyarakat adat Liya memaknai ritual itu sebagai sarana menjaga harmoni sosial.
Peserta mengikuti aturan adat yang diwariskan secara turun-temurun. Mereka saling berhadapan dan melakukan tendangan menggunakan kaki.
Setelah ritual selesai, peserta wajib saling memaafkan dan berpelukan. Masyarakat menjadikan pelukan tersebut sebagai simbol perdamaian dan rekonsiliasi.
Tradisi Budaya yang Mengelola Konflik Sosial
Posepa’a menjadi daya tarik budaya unik di Wakatobi.
Tradisi ini menunjukkan cara masyarakat adat mengelola konflik melalui ritual budaya.
Masyarakat menggunakan Posepa’a untuk meredakan ketegangan sosial agar tidak berkembang menjadi konflik besar.
Tradisi tersebut mencerminkan nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap adat. Warga juga menjaga hubungan harmonis melalui ritual tersebut.
Masyarakat memberi makna berbeda terhadap tindakan saling tendang dalam Posepa’a. Di luar ritual adat, tindakan fisik sering dianggap sebagai bentuk kekerasan.
Namun, masyarakat Liya memaknai tendangan dalam Posepa’a sebagai penyucian ego. Warga juga menjadikan ritual tersebut sebagai sarana penyelesaian persoalan secara adat.
Karena masyarakat memahami nilai budaya itu, ritual Posepa’a justru memperkuat solidaritas sosial.
Masyarakat Keraton Liya terus mempertahankan Posepa’a sebagai identitas budaya Wakatobi.
Tradisi ini mengandung nilai persaudaraan, keberanian, dan perdamaian antarwarga.
