nilai tukar 500 ringgit Malaysia setara sekitar 2 juta rupiah Indonesia dengan ilustrasi uang ringgit dan rupiah.
Ekonomi

500 Ringgit Jadi Rp2 Juta, Wisatawan Malaysia Borong Belanja di Indonesia

Fenomena melemahnya nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah wisatawan asal Malaysia mengaku merasa “lebih kaya” ketika berbelanja di Indonesia.

Pengakuan tersebut muncul dalam liputan media Kumparan yang viral di TikTok pada 25 Mei 2026.

Dalam video tersebut, seorang wisatawan Malaysia bernama Muhammad Al Ameen mengungkapkan keterkejutannya terhadap nilai tukar mata uang Indonesia yang membuat daya beli warga Malaysia meningkat drastis saat berada di Indonesia.

“500 ringgit sudah dapat 2 juta rupiah, terkejut, kami semua terkejut. Jadi kaya di sini karena semuanya murah. Memang tak masuk akal harganya,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia juga membandingkan kondisi saat ini dengan pengalaman sebelumnya ketika nilai tukar rupiah masih lebih kuat dibanding sekarang.

Wisatawan lain, Anis Shamimie, menyebut Indonesia seperti “surga belanja” bagi warga Malaysia karena harga pakaian dan produk fesyen jauh lebih murah dibanding negaranya.

“Kalau wanita ini semacam surgalah, semua tempat, semua toko saya rasa mau beli saja,” katanya.

Menurutnya, harga pakaian di Indonesia sangat terjangkau. Produk dengan desain mewah seperti full lace yang di Malaysia bisa mencapai ratusan ringgit, dapat dibeli jauh lebih murah di Indonesia.

Hal serupa disampaikan Baayah, wisatawan Malaysia lainnya, yang mengaku membeli gamis dan kebaya di kawasan Thamrin City dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding di Malaysia.

“Kalau di Malaysia 100 ringgit, kalau di sini setelah dikonversi cuma sekitar 30 ringgit,” ujarnya.

Rupiah Melemah, Harga Dalam Negeri Terlihat Murah Dari Orang Asing

Fenomena ini menunjukkan bagaimana pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, termasuk ringgit Malaysia, berdampak pada persepsi harga barang di Indonesia. Bagi wisatawan asing, kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi destinasi belanja murah dan menarik.

Namun di sisi lain, melemahnya rupiah juga menimbulkan kekhawatiran ekonomi domestik. Nilai tukar yang rendah dapat memengaruhi harga barang impor, biaya produksi, hingga daya beli masyarakat Indonesia sendiri.

Kurs rupiah yang terus tertekan perlu menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.