
KENDARI – Muhammad Endang, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tenggara, mengunggah dokumentasi kunjungannya ke Teheran, Iran, melalui akun Facebook pribadinyaselasa kemarin (07/07). Dalam unggahan tersebut, ia mengaku berada di ibu kota Iran untuk menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Salah satu foto yang dipublikasikan, Muhammad Endang tampak berdiri di samping seorang peserta yang membawa poster bergambar ilustrasi wajah Donald Trump dengan tulisan berbahasa Inggris “We’re coming for you, Donald!” serta tulisan dalam bahasa Persia (Farsi) به سراغت میآییم، دونالد!
Kalimat tersebut dapat diterjemahkan sebagai “Kami akan memburumu, Donald.” Poster tersebut merupakan salah satu atribut yang dibawa peserta dalam prosesi dan memuat pesan politik yang bernada ancaman terhadap Donald Trump.
Melalui unggahan Facebook-nya, Muhammad Endang menyampaikan bahwa kehadirannya di Teheran merupakan kesempatan untuk menyaksikan langsung prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
“Sedang berada di Teheran, Iran. Alhamdulillah, Allah memberi kesempatan untuk menyaksikan langsung prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.”
Ia menggambarkan suasana pemakaman yang dipadati masyarakat Iran sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin mereka.
“Lautan manusia yang memenuhi jalan-jalan Teheran menjadi gambaran bagaimana rakyat Iran memandang sosoknya sebagai pemimpin yang dicintai dan dihormati. Beliau dikenang sebagai simbol keteguhan, kemandirian bangsa, dan pengorbanan, sehingga wafatnya dipandang sebagai gugurnya seorang martir.”
Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kesan pribadi Muhammad Endang yang disampaikan melalui akun Facebook pribadinya. Istilah seperti “pemimpin yang dicintai,” “martir,” dan “simbol keteguhan” merupakan bagian dari narasi yang ditulisnya mengenai sosok Ayatollah Ali Khamenei.
Muhammad Endang juga mengaku memperoleh pengalaman baru selama berada di Iran. Menurutnya, ia melihat sisi lain negara tersebut yang berbeda dari persepsi yang selama ini berkembang.
“Di balik momen bersejarah ini, saya juga menyaksikan wajah lain dari Iran secara langsung.”
Ia menilai Iran merupakan negara dengan sejarah panjang dan masyarakat yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.
“Sebuah negeri dengan peradaban yang panjang, masyarakat yang tangguh, serta kemajuannya.”
Menurutnya, perjalanan ke Iran bukan hanya untuk menghadiri prosesi pemakaman, tetapi juga menjadi kesempatan memahami bagaimana negara tersebut berkembang di tengah tekanan yang dihadapinya.
“Perjalanan ini bukan hanya tentang menghadiri sebuah peristiwa, tetapi juga tentang melihat langsung bagaimana sebuah bangsa membangun dirinya di tengah berbagai tantangan.”
Di akhir unggahannya, Muhammad Endang berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran yang memperluas cara pandangnya.
“Semoga perjalanan ini menjadi pelajaran, menambah syukur, dan memperluas cara pandang.”