Dunia internasional sedang berdebat mengenai legalitas penangkapan Nicolas Maduro oleh Amerika. Operation Absolute Resolve di Caracas memicu polemik hukum antar negara berdaulat. Pihak Amerika Serikat mendasarkan tindakan ini pada dakwaan terorisme narkoba global. Namun, Sekretaris Jenderal PBB memperingatkan adanya pelanggaran terhadap hukum internasional universal. Beberapa negara menilai intervensi militer ini sebagai tindakan agresi bersenjata yang ilegal. Di sisi lain, pendukung operasi menganggap ini langkah penegakan keadilan. Perbedaan pandangan ini menciptakan ketegangan geopolitik yang serius di dunia kedepan.
Amerika Serikat melancarkan serangan dadakan di Caracas, Venezuela. Operasi militer ini berlangsung pada Sabtu malam kemarin. Pihak Pentagon menamakan misi ini sebagai Operation Absolute Resolve. Serangan udara dan darat tersebut dimulai pukul 02.00 dini hari. Seluruh proses serangan hanya memakan waktu singkat. Pasukan Amerika sudah meninggalkan wilayah Venezuela pukul 04.20. Total durasi operasi ini tercatat hanya 140 menit saja.
Jenderal Dan Caine menjelaskan proses pengawasan terhadap Nicolas Maduro. Perwira tinggi Amerika Serikat ini mengungkap pengintaian selama berbulan-bulan. Tim kecil khusus memantau aktivitas harian Presiden Venezuela tersebut. Mereka mendapatkan bantuan dari satu sumber internal pemerintah Venezuela. Intelijen mencatat lokasi tidur, pakaian hingga pola makan sang presiden. Bahkan, hewan peliharaan Maduro juga tidak luput dari pengawasan ketat. Informasi ini dilaporkan secara eksklusif oleh media BBC International kemarin (03/01/2026).
Operasi ini direncanakan secara detail. Pasukan elit Amerika melakukan latihan intensif selama berbulan-bulan. Mereka bahkan membangun replika rumah persembunyian Maduro di Caracas. Replika tersebut dibuat dengan skala ukuran penuh sesuai aslinya. Prajurit mempraktikkan rute masuk secara berulang kali demi keberhasilan. Latihan ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan saat eksekusi lapangan. Fokus pada detail bangunan membantu pasukan bergerak sangat cepat.
Pasukan militer Amerika Serikat bersiaga penuh selama berminggu-minggu. Mereka menunggu instruksi resmi pada momen Natal dan Tahun Baru. Jenderal Dan Caine menyebut prajuritnya duduk siap dengan sabar. Seluruh personel hanya menunggu pemicu yang tepat untuk bergerak. Mereka menanti perintah langsung dari Presiden Trump untuk segera bertindak. Komando tertinggi memastikan semua unit dalam posisi tempur terbaik. Akhirnya, perintah eksekusi turun tepat setelah awal tahun baru.
Serangan militer ini sangat mengejutkan seluruh warga lokal Caracas. Ana Vanessa Herrero memberikan keterangan langsung kepada media BBC International. Ledakan keras terdengar jelas pada pukul 02.00 waktu setempat. Gumpalan asap hitam terlihat membubung tinggi di atas langit kota. Ana mengaku mendengar suara dentuman yang sangat besar dan kuat. Getaran ledakan tersebut terasa hingga ke permukiman penduduk sekitar. Suasana malam yang tenang mendadak berubah menjadi sangat mencekam. Banyak warga merasa panik akibat serangan udara yang mendadak itu.
Jenderal Caine menjelaskan bahwa pasukan tiba di lokasi target dengan cepat. Mereka mendarat tepat pada pukul 02.01 waktu setempat di dekat persembunyian Muduro di Caracas. Proses pengamanan Nicolas Maduro dilakukan tak lama setelah serangan dimulai.
Pada pukul 04.20, helikopter militer mulai meninggalkan wilayah udara Venezuela. Nicolas Maduro dan istrinya berada di dalam helikopter tersebut. Mereka berdua resmi menjadi tahanan di bawah Departemen Kehakiman. Saat ini, pasangan tersebut sedang dalam perjalanan menuju New York. Jenderal Caine mengonfirmasi bahwa seluruh personel telah kembali dengan selamat.
The New York Times melaporkan rincian korban serangan di Venezuela. Sedikitnya 40 orang tewas dalam operasi militer Sabtu pagi tersebut. Korban mencakup personel militer Venezuela serta beberapa warga sipil setempat. Seorang pejabat senior Venezuela memberikan informasi ini secara anonim kepada media. Laporan awal tersebut menggambarkan situasi tragis di lokasi kejadian perkara. Pihak berwenang masih terus melakukan proses identifikasi terhadap para korban. Jumlah korban jiwa kemungkinan masih dapat bertambah seiring pemeriksaan lanjut. Data ini menjadi sorotan dunia internasional setelah serangan Amerika berakhir.
Presiden Trump memberikan pernyataan resmi melalui saluran berita Fox News. Beliau menegaskan bahwa tidak ada pasukan Amerika yang tewas terbunuh. Namun, beberapa anggota militer dilaporkan mengalami luka dalam tugas tersebut. Jenderal Dan Caine turut memberikan keterangan dalam konferensi pers tersebut. Beliau menjelaskan bahwa helikopter Amerika sempat mendapat serangan dari lawan. Satu helikopter terkena tembakan tetapi tetap berhasil terbang dengan stabil. Seluruh pesawat militer Amerika Serikat akhirnya pulang dengan selamat hari itu.
Laporan Wionews (03/01/2026) mengungkapkan kegagalan fatal sistem intelijen negara Venezuela. Pejabat Kuba dikabarkan telah menyusup ke dalam badan intelijen SEBIN. CASLA Institute menyebut Kuba memiliki pengaruh sangat kuat pada DGCIM. Mereka melakukan restrukturisasi besar untuk memantau loyalitas seluruh pihak militer. Fokus utama badan ini hanyalah menghancurkan perbedaan pendapat internal saja. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada potensi kudeta. Strategi tersebut justru membuat pengawasan terhadap ancaman luar menjadi lemah. Akibatnya, mereka gagal mendeteksi sinyal pergerakan militer Amerika Serikat.
Selain itu, Jenderal Dan Caine mengungkap rahasia keberhasilan operasi militer Amerika tersebut. Pihak Amerika ternyata menggunakan pejabat pemerintah setempat sebagai mata-mata. Agen rahasia ini memberikan informasi akurat terkait aktivitas harian Presiden Maduro. Disatu sisi, Intelijen Venezuela terlalu sibuk memantau rakyat mereka sendiri secara ketat. Mereka kehilangan fokus untuk mengantisipasi infiltrasi dari agen asing profesional.
Alasan Penangkapan Nicolas Maduro
Jaksa Agung Amerika Serikat, Pam Bondi, mengumumkan dakwaan resmi tersebut. Nicolas Maduro dan istrinya didakwa atas sejumlah tindak pidana berat. Kasus ini resmi terdaftar di Distrik Selatan New York sekarang. Dakwaan utama yang menjerat mereka adalah konspirasi terorisme narkoba global.
Pam Bondi menyampaikan informasi ini melalui platform media sosial X. Ia menegaskan bahwa hukum Amerika akan ditegakkan dengan sangat kuat. Pasangan ini akan segera menjalani proses persidangan di tanah Amerika. Keduanya kini bersiap menghadapi kekuatan penuh sistem hukum di pengadilan.
Bondi juga merinci dakwaan terkait kepemilikan senjata api secara ilegal. Mereka didakwa atas konspirasi impor kokain dalam jumlah yang besar. Terdapat tuduhan kepemilikan senapan mesin serta perangkat penghancur yang berbahaya. Senjata-senjata tersebut diduga kuat akan digunakan untuk melawan Amerika Serikat. Seluruh bukti kriminal telah dikumpulkan oleh tim jaksa Distrik Selatan.
Hal ini menjadi alasan utama peluncuran Operation Absolute Resolve kemarin. Penangkapan ini merupakan langkah tegas dalam memerangi jaringan narkotika internasional. Amerika Serikat tidak memberikan toleransi terhadap ancaman keamanan nasional mereka.
Dalam Laporan BBC, Seorang anggota Senat Amerika Serikat menyatakan kemarahan atas tindakan Trump. Partai Demokrat, Chuck Schumer, memberikan pernyataan yang sangat tegas. Ia menyebut Nicolas Maduro sebagai seorang diktator yang tidak sah. Namun, Schumer mengkritik peluncuran aksi militer tanpa adanya otorisasi kongres. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan langkah yang sangat sembrono bagi pemerintah. Ia menganggap rencana operasi militer tersebut tidak memiliki strategi kredibel. Schumer mengkhawatirkan dampak buruk yang akan terjadi setelah serangan ini. Kritik ini memicu perdebatan kedepan.
Protes PBB dan Berbagai Negara di Dunia
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam. Beliau menilai aturan hukum internasional tidak dihormati dalam serangan ini. Operasi militer Amerika tersebut dianggap menjadi sebuah preseden yang sangat berbahaya.
Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand mendesak penghormatan terhadap hukum. Kanada mendukung penuh keinginan rakyat Venezuela untuk hidup secara demokratis.
Sementara itu, Norwegia menegaskan bahwa hukum internasional bersifat universal bagi semua. Intervensi Amerika di Venezuela dianggap tidak sesuai dengan aturan global. Hal ini memicu kekhawatiran serius mengenai stabilitas politik di kawasan tersebut.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai legalitas operasi ini sangatlah kompleks. Beliau memperingatkan agar tidak muncul ketidakstabilan politik baru di Venezuela.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron berharap transisi kekuasaan berlangsung secara damai. Macron mendukung keterlibatan González untuk memastikan proses transisi yang demokratis.
Para pemimpin Amerika Latin mengutuk keras tindakan militer Amerika. Presiden Brasil, Lula Da Silva menyebut serangan ini telah melintasi garis. Ia menilai serangan terhadap negara berdaulat akan memicu kekacauan dunia.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro menganggap operasi ini sebagai serangan kedaulatan.
Presiden Chili, Gabriel Boric turut menyerukan solusi damai untuk krisis tersebut.
Pihak Uruguay, secara resmi menolak segala bentuk intervensi militer asing.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menuduh Amerika melakukan sebuah serangan kriminal.
China menyatakan sangat terkejut dan mengutuk penggunaan kekuatan senjata tersebut.
Rusia menuduh Amerika Serikat telah melakukan tindakan agresi bersenjata secara nyata.
Iran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional.
Seluruh sekutu utama Venezuela bersatu dalam mengecam aksi Amerika Serikat tersebut.
