Sebuah becak kayuh terparkir bersama deretan becak lainnya dalam kegiatan penyambutan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Provinsi Lampung. Becak menjadi simbol perjuangan para pekerja sektor informal yang tetap bertahan di tengah perkembangan transportasi modern.
Lampung – Di tengah antusiasme menyambut kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Provinsi Lampung, ada pemandangan yang menarik perhatian. Puluhan abang becak kayuh turut meramaikan penyambutan bersama PSI dan relawan Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP).
Bagi sebagian orang, becak mungkin hanya kendaraan yang mulai ditinggalkan zaman. Namun bagi para pengemudinya, kendaraan beroda tiga itu masih menjadi sumber penghidupan yang setiap hari dikayuh demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Di antara kendaraan modern yang memenuhi jalanan, becak-becak itu hadir seperti mengingatkan bahwa masih ada kelompok masyarakat yang bertahan di tengah perubahan teknologi dan pola transportasi perkotaan.
Modernisasi telah mengubah wajah transportasi di banyak kota. Kehadiran ojek daring, angkutan berbasis aplikasi, hingga kendaraan pribadi membuat ruang gerak becak semakin sempit.
Tak sedikit pengemudi kemudian melakukan berbagai cara agar tetap dapat bersaing. Sebagian memodifikasi becaknya dengan menambahkan mesin penggerak sederhana, sementara yang lain tetap mengandalkan tenaga kayuh meski usia tak lagi muda.
Perubahan itu bukan semata-mata pilihan, melainkan bentuk adaptasi agar tetap memperoleh penumpang di tengah persaingan yang semakin ketat.
Becak yang dahulu menjadi simbol transportasi rakyat kini lebih sering ditemukan di sudut-sudut kota, melayani perjalanan jarak pendek atau mengantar pelanggan tetap yang masih setia menggunakan jasanya.
Kehadiran puluhan abang becak dalam penyambutan Joko Widodo menambah semarak suasana. Di balik senyum dan sapaan kepada tamu yang datang, tersimpan harapan agar kehidupan mereka juga mendapat perhatian.
Kehadiran puluhan abang becak dalam penyambutan Joko Widodo menambah semarak suasana. Di balik senyum dan sapaan kepada tamu yang datang, tersimpan harapan agar kehidupan mereka juga mendapat perhatian.

Ketua DPD Lampung Faisol Sanjaya, mengatakan keterlibatan para pengemudi becak sebagai bentuk penghormatan kepada para pekerja sektor informal yang hingga kini masih menggantungkan hidup dari kendaraan tradisional tersebut.
“Abang becak adalah bagian dari denyut ekonomi rakyat. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan moda transportasi, mereka tetap bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Kehadiran mereka dalam penyambutan Bapak Joko Widodo menjadi simbol bahwa pembangunan harus memberi ruang bagi semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini berjuang di sektor informal,” kata Faisol Sanjaya.
Menurut Faisol Sanjaya, kunjungan Joko Widodo ke Lampung diharapkan menjadi momentum untuk melihat secara lebih dekat kehidupan masyarakat kecil yang masih bertahan di tengah perubahan zaman.
“Kami berharap perhatian terhadap rakyat kecil tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pekerja informal, termasuk abang becak. Mereka membutuhkan akses permodalan, perlindungan sosial, dan kesempatan agar tetap dapat mencari nafkah secara layak,” ujarnya.
Faisol Sanjaya menilai becak merupakan salah satu ikon yang digunakan untuk merepresentasikan kedekatan Jokowi dengan masyarakat kecil, terutama dalam komunikasi politiknya sejak menjabat Wali Kota Solo hingga menjadi Presiden