
Seorang pemuda berusia 21 tahun tewas setelah bentrokan antarkelompok di kawasan MTQ Kendari. Polisi menangkap empat terduga pelaku kurang dari 24 jam.
KENDARI — Jalanan di kawasan MTQ Kendari masih basah oleh embun dini hari ketika suasana mendadak berubah menjadi kepanikan. Di depan sebuah kedai kopi yang beroperasi hingga larut malam, sekelompok anak muda berlarian, saling mengejar dengan kayu di tangan. Teriakan memecah kesunyian.
Beberapa menit kemudian, seorang pemuda berusia 21 tahun terkapar.
Tubuhnya sempat berusaha menjauh dari kerumunan. Dengan luka tusuk di rusuk kiri, ia berlari tertatih sebelum akhirnya ambruk ke dalam kanal di depan Kantor Badan Intelijen Negara (BIN) Sulawesi Tenggara.
Pemuda itu adalah MK alias CI, seorang pekerja house keeping di salah satu tempat hiburan malam di Kota Kendari. Nyawanya tidak berhasil diselamatkan meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo. Dokter menyatakan ia meninggal dunia sesaat setelah tiba di ruang penanganan.
Baca juga : Geliat Baru Sineas Muda Sulawesi Tenggara
Peristiwa yang terjadi pada Senin dini hari, 27 Juli 2026.
Kronologi dari Cerita Sebuah Pencegatan
Beberapa jam sebelum perkelahian terjadi, MK masih berada di rumah kosnya di kawasan Puuwatu.
Sekitar pukul 01.00 Wita, dua rekannya, GR dan A, datang menemuinya.
Menurut informasi yang diperoleh penyidik, GR mengaku baru saja mengalami insiden ketika melintas di sekitar arena biliar. Ia merasa dicegat oleh dua orang yang tidak dikenalnya.
GR memilih terus melaju dan tidak menanggapi mereka.
Namun situasi rupanya belum selesai.
Tak lama kemudian, GR menerima pesan dari seorang rekannya bernama AR yang mengabarkan bahwa kelompok pemuda yang diduga sempat menghadangnya berada di kawasan MTQ.
Baca juga : Yamal, Anak Kampung Miskin Penakluk Dunia
Informasi itu memicu keputusan yang kemudian berujung petaka.
MK bersama GR dan A berboncengan menggunakan sepeda motor menuju lokasi.
Dalam perjalanan, mereka berhenti di sekitar arena biliar. Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, di lokasi itu MK diduga mengambil sebuah botol kaca dan sebatang kayu sebelum melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di depan Kopi Aceh kawasan MTQ, mereka menemukan sekelompok pemuda sedang duduk di trotoar.
Apa yang terjadi setelahnya berlangsung sangat cepat.
Menurut hasil penyelidikan sementara, botol kaca dilempar ke arah kelompok tersebut. Bentrokan pun pecah.
Kayu diangkat. Pukulan dibalas pukulan. Kedua kelompok saling mengejar di sepanjang kawasan pertokoan.
Di tengah kekacauan itu, salah seorang dari kelompok lawan mengeluarkan senjata tajam.
Baca juga : Update : Nasi Uduk Berujung Bentrok Maut
Satu tikaman mengenai rusuk kiri MK.
Dalam kondisi terluka parah, korban masih berusaha menyelamatkan diri. Namun beberapa meter kemudian tubuhnya roboh ke dalam kanal di depan Kantor BIN Sulawesi Tenggara.
Seorang warga yang melihat kejadian segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Dr. R. Ismoyo.
Upaya itu tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Sekitar pukul 04.22 Wita, jenazah korban dipindahkan untuk menjalani visum sebagai bagian dari proses penyidikan.
Baca juga : Puluhan Warga Bersenjata Tajam Terlibat Bentrok di Kawasan PT IPIP Kolaka
Perburuan Pelaku Kurang dari Sehari
Kasus itu segera menjadi prioritas Satreskrim Polresta Kendari.
Tim URC Buser 77 Polres Kota Kendari bergerak melakukan penelusuran sejak pagi.
Kurang dari 24 jam setelah kejadian, polisi mengamankan empat orang yang diduga terkait bentrokan tersebut di kawasan Gunung Jati, Kecamatan Kendari.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, membenarkan adanya penangkapan.
“Benar, kami sudah amankan sore ini,” ujarnya singkat.
Peristiwa di kawasan MTQ itu memperlihatkan bagaimana sebuah konflik yang bermula dari dugaan saling menghadang di jalan berkembang menjadi aksi balas dendam hanya dalam hitungan jam.
Apa yang semula hanya berupa informasi melalui pesan singkat berubah menjadi pertemuan dua kelompok pemuda yang berujung pada kekerasan yang mematikan.
Kini, satu keluarga kehilangan anaknya.
Sementara penyidik masih menyusun kepingan demi kepingan peristiwa itu.
Baca juga : Ketika Seorang Pemuda Bermimpi Mengubah Dunia