Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mewakili Presiden Republik Indonesia menyambut kedatangan Presiden Republik Belarus, Alexander Lukashenko, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1 Juli 2026). Kunjungan kenegaraan tersebut menjadi momentum penguatan hubungan bilateral serta kerja sama strategis Indonesia dan Belarus di berbagai bidang.
Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, mewakili Presiden Republik Indonesia, menyambut kedatangan Presiden Republik Belarus H.E. Alexander Lukashenko di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Bagi Pemerintah Indonesia, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus memperluas kerja sama strategis antara kedua negara.
“Kehadiran Presiden Belarus menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan persahabatan Indonesia–Belarus, sekaligus membuka ruang penguatan kerja sama strategis yang saling menghormati dan saling berkontribusi bagi kemajuan kedua bangsa,” ujar Sjafrie.
Menurut Sjafrie, hubungan Indonesia dan Belarus selama ini dibangun atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama. Karena itu, kunjungan Presiden Lukashenko diharapkan menjadi langkah baru dalam memperkuat kemitraan di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, perdagangan, industri, hingga investasi.

Momentum kunjungan kenegaraan tersebut sebenarnya telah diawali sehari sebelumnya melalui penyelenggaraan Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (30/6/2026). Forum yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI) mempertemukan pelaku usaha kedua negara untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus menjajaki peluang investasi dan perdagangan.
Dalam forum tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa nilai perdagangan Indonesia dan Belarus sepanjang 2025 mencapai sekitar USD221,3 juta, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Indonesia juga berkomitmen meningkatkan ekspor berbagai komoditas unggulan, seperti produk elektronik, hasil perikanan, karet, kakao, hingga produk turunan kelapa sawit ke Belarus.
Di sisi lain, Belarus juga menunjukkan komitmen untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia. Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menyampaikan bahwa Presiden Lukashenko telah menandatangani undang-undang ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Implementasi perjanjian tersebut diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia ke pasar Eurasian Economic Union (EAEU) yang berpenduduk sekitar 180 juta jiwa dengan nilai produk domestik bruto sekitar USD2,56 triliun. Belarus juga mendukung pembentukan Indonesia–Belarus Business Council sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi antarpelaku usaha kedua negara.
Coordinating Vice Chairman for International Affairs KADIN Indonesia James T. Riady menilai kemitraan Indonesia dan Belarus perlu dibangun sebagai kerja sama jangka panjang yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pandangan serupa disampaikan Chairman Belarusian Chamber of Commerce and Industry, Mikhail Miatlikov, yang menilai struktur ekonomi Indonesia dan Belarus saling melengkapi sehingga membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor strategis.
Rangkaian forum bisnis dan kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Belarus kini memasuki fase yang lebih konkret. Kedua negara juga berupaya mendorong realisasi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, perekonomian, dan masyarakat kedua negara.