
KENDARI – Matahari belum terlalu tinggi ketika ratusan aparatur sipil negara mulai memenuhi Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin pagi (06/07). Seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) berbaris rapi. Sesekali terdengar aba-aba petugas apel memecah keheningan.
Di hadapan barisan itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, berdiri di mimbar upacara. Tak banyak basa-basi. Ia memilih berbicara tentang hal yang paling sederhana, tetapi sering kali menjadi penentu wajah birokrasi adalah disiplin.
Bagi Andi Sumangerukka, disiplin bukan sekadar datang tepat waktu atau mengikuti apel setiap Senin pagi. Lebih dari itu, disiplin adalah cermin karakter seorang aparatur negara.
“Apa pun yang masyarakat lihat dari diri kita, itulah cerminan pemerintah. Hal-hal kecil seperti disiplin waktu akan berdampak besar terhadap kepercayaan masyarakat,” ujarnya di hadapan seluruh ASN lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Baca juga : Andi Sumangerukka Bawa Harapan Nelayan Sultra ke Rakornas Kementerian Kelautan Perikanan 2026
Pesan itu terdengar sederhana. Namun, di baliknya tersimpan kegelisahan tentang bagaimana birokrasi dipersepsikan masyarakat. Di mata gubernur, pelayanan publik tidak dimulai dari meja pelayanan, melainkan dari sikap aparatur yang menghargai aturan dan tanggung jawab.
Karena itu, ia mengingatkan agar setiap ASN menjaga perilaku dalam menjalankan tugas. Aparatur pemerintah, menurutnya, bukan sekadar pegawai yang bekerja di balik meja, melainkan wajah pemerintah yang setiap hari dinilai oleh masyarakat.
Disiplin kemudian disambung dengan satu kata lain yang tak kalah penting adalah integritas.
Bagi Andi Sumangerukka, integritas bukan hanya soal tidak melakukan pelanggaran. Integritas adalah keselarasan antara ucapan, tindakan, dan nilai moral ketika mengemban amanah sebagai pelayan publik.
Pesan itu mengarah pada satu tujuan yang lebih besar, yakni membangun birokrasi yang dipercaya masyarakat.
Baca juga : Gubernur Andi Sumangerukka : Idul Fitri Momentum Jaga Habluminallah dan Habluminannas
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat, gubernur mengingatkan bahwa posisi aparatur negara sejatinya adalah melayani, bukan meminta untuk dilayani.
“Kita ini melayani, bukan dilayani,” katanya.
Kalimat itu menjadi penegasan arah birokrasi yang ingin dibangun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Pelayanan harus cepat, mudah, responsif, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
1 thought on “Andi Sumangerukka Ingatkan ASN untuk Melayani Bukan Dilayani”
Comments are closed.