Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan terkait Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026
JAKARTA – Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026 senilai Rp26,34 triliun untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Paket kebijakan tersebut dilaporkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam menjaga daya tahan ekonomi, meningkatkan konsumsi masyarakat, serta memperkuat sektor produktif nasional.
Airlangga menjelaskan, stimulus ekonomi tersebut dirancang untuk memperkuat konsumsi rumah tangga, menjaga daya saing dunia usaha, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memberikan perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.
“Paket stimulus ini menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global,” ujarnya.
Pada sektor konsumsi dan dunia usaha, pemerintah menghadirkan sejumlah insentif untuk mendorong aktivitas ekonomi dan menekan biaya produksi.
Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian adalah pemberian insentif Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif dan literasi.
Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai stimulus transportasi menjelang periode libur sekolah dan Natal-Tahun Baru, termasuk subsidi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Di sektor industri, pemerintah menetapkan bea masuk 0 persen untuk impor LPG yang digunakan industri petrokimia serta bahan baku plastik. Kebijakan bea masuk nol persen untuk suku cadang pesawat juga dilanjutkan guna meningkatkan efisiensi industri dan memperkuat daya saing nasional.
Pemerintah Prabowo-Gibran juga menempatkan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai salah satu fokus utama.
Sebesar Rp4,14 triliun dialokasikan untuk Program Magang Nasional yang ditujukan kepada 150 ribu lulusan perguruan tinggi agar memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,12 triliun untuk program pendidikan vokasi yang menyasar 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Program tersebut diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kualitas SDM Indonesia dalam menghadapi persaingan global.
Perlindungan Sosial Diperkuat
Pada sektor perlindungan sosial, pemerintah mengalokasikan anggaran terbesar untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebanyak 33,24 juta keluarga penerima manfaat akan menerima bantuan beras 10 kilogram per bulan selama tiga bulan dengan total anggaran mencapai Rp17,54 triliun.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan stabilisasi harga kedelai hingga Rp2.000 per kilogram bagi pengrajin tahu dan tempe. Kebijakan ini bertujuan menjaga keberlangsungan usaha mikro sekaligus mencegah kenaikan harga produk pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026 menjadi salah satu strategi utama pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga fluktuasi harga komoditas internasional.
Melalui delapan kebijakan strategis tersebut, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga tetap terjaga, dunia usaha memperoleh ruang untuk berkembang, kesempatan kerja semakin terbuka, dan kelompok masyarakat rentan mendapatkan perlindungan yang memadai.
Dengan kombinasi insentif fiskal, program ketenagakerjaan, dan bantuan sosial, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tetap terjaga secara inklusif dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
8 Poin Inti Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026 (Rp26,34 Triliun)
- Insentif Pajak untuk Penulis Nasional
- Diskon Transportasi Libur Sekolah dan Nataru
- PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% Tiket Pesawat Ekonomi
- Bea Masuk 0% untuk LPG Industri dan Bahan Baku Plastik
- Bea Masuk 0% Suku Cadang Pesawat
- Program Magang Nasional
- Program Vokasi dan Reskilling Tenaga Kerja
- Perlindungan Sosial dan Stabilisasi Pangan