
GOWA – Bentrokan terjadi saat dua kelompok massa dengan pandangan berlawanan terlibat bentrok di Jalan Tumanurung Raya, Kabupaten Gowa, Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan video amatir yang dipublikasikan media Rakyat Sulsel melalui akun Instagramnya, keributan pecah ketika kelompok pendukung Bupati Gowa berhadapan langsung dengan massa yang menuntut pengunduran diri Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang.
Suasana sempat memanas hingga memicu aksi saling dorong di antara kedua kubu. Aparat keamanan yang telah bersiaga di lokasi bergerak cepat melerai bentrokan dan mengendalikan situasi sehingga kericuhan tidak meluas.
Aksi unjuk rasa tersebut terjadi di tengah mencuatnya dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dengan seorang pria bernama Basri Kajang. Dugaan itu kini sedang menjadi pembahasan dalam sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa.
Dalam sidang yang digelar pada Rabu (24/6/2026), suami Bupati Gowa, Khaerul Aco, memberikan kesaksian bahwa dirinya kini meyakini dugaan perselingkuhan tersebut benar terjadi.
Khaerul mengungkapkan, sebelumnya ia sempat meminta penjelasan langsung kepada istrinya terkait isu kedekatannya dengan Basri Kajang. Namun, Husniah disebut membantah seluruh tudingan tersebut. Meski awalnya tidak mempercayai kabar yang beredar, keyakinannya berubah setelah mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dan mendengarkan keterangan sejumlah saksi yang dinilainya memberikan informasi yang dapat dipercaya.
Kesaksian lain datang dari mantan sopir pribadi Bupati Gowa, Wahyu Akbar. Di hadapan Pansus Hak Angket, Wahyu mengaku sering diperintahkan untuk memantau hingga mencari keberadaan Basri Kajang.
“Hampir setiap hari saya ke rumahnya, bahkan malam saja saya pergi untuk cek orang ini. BK di mana,” ujar Wahyu dalam persidangan.
Ia juga mengaku pernah mendapat teror dari istri Basri Kajang, Sofie, yang disebut beberapa kali mendatangi kediaman Bupati. Menurut Wahyu, saat itu ia segera menghubungi Husniah karena mengetahui sang Bupati sedang bersama Basri Kajang.
Selain itu, Wahyu mengungkapkan bahwa dirinya pernah diminta memata-matai Basri Kajang dari kediamannya. Jika Basri terlihat berada di rumah, ia diminta segera menghubungi Husniah agar dapat menyusul menjemput konsultan politik tersebut.
“Hari itu ibu suruh saya mata-matai BK. ‘Kalau ada BK kau segera telepon saya. Nanti saya menyusul’,” tutur Wahyu.
Sidang Pansus juga menghadirkan seorang jurnalis asal Gowa, Zainal, sebagai saksi. Dalam keterangannya, Zainal mengaku memiliki sejumlah rekaman video yang disebut sebagai bukti awal kedekatan antara Husniah dan Basri Kajang.
Menurutnya, salah satu video memperlihatkan keduanya makan siang bersama di sebuah rumah makan di kawasan Pangkabinanga. Ia juga mengaku memiliki rekaman lain yang menunjukkan Husniah dan Basri berdansa dalam sebuah kegiatan.
Zainal menilai kedekatan Basri Kajang dengan Bupati Gowa menimbulkan pertanyaan karena kontraknya sebagai konsultan politik disebut telah berakhir. Meski demikian, Basri masih kerap mendampingi Husniah dalam berbagai kegiatan dan disebut tampil layaknya ajudan pribadi.
Hingga kini, dugaan perselingkuhan Bupati Gowa masih bergulir dalam proses hak angket DPRD Kabupaten Gowa. Sementara itu, situasi politik di Gowa terus memanas, ditandai dengan aksi demonstrasi yang menuntut pengunduran diri Bupati dan bentrokan antara massa pendukung serta massa penolak.